Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Awal Mula Kucing di Domestikasi, Kucing Liar

Apa itu Kucing

Hai, mungkin hewan yang akan kita bahas kali ini sangat dekat hubungannya dengan manusia, ketika masih kecil mereka sangat aktif, enggak pakai ya bun.

Tapi ketika sudah dewasa Mereka cenderung malas kerjanya cuma makan dan tidur mereka dapat menghabiskan 12-16 jam untuk tidur namun mereka sangat terobsesi untuk tetap bersih mereka dapat menghabiskan hingga setengah jam hanya untuk grooming atau perawatan bulu mereka tapi masih lebih lama kamu sih Apalagi kalau mau kondangan hehe.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas kucing domestik. Kucing adalah spesies domestik dari seekor mamalia, karnivora kecil ini adalah satu-satunya spesies peliharaan dalam keluarga felidae dan sering disebut sebagai kucing domestik untuk membedakannya dari anggota keluarganya yang hidup di alam liar.

Seekor kucing domestik bisa menjadi kucing rumahan, kucing peternakan dan kucing garong, maksud saya kucing liar. Kucing liar ini biasanya berasal dari kucing rumahan yang memilih hidup bebas dan menghindari kontak Manusia, seekor kucing menjadi jinak karena dipelihara oleh manusia.

Mereka dipelihara karena merupakan teman hidup yang baik dan karena kemampuannya berburu hewan pengerat, ada sekitar 60 ras kucing domestik yang dikenali di seluruh dunia tapi dari sekian banyaknya Ras kucing tersebut. Kebanyakan orang akan mengeneralisir, seperti saya. Saya suka kucing tapi saya akan menyebut kucing ini dan ini sebagai kucing Anggora.

Ini adalah kucing botak


Dan ini adalah kucing oren


Kucing memiliki kesamaan anatomi dengan spesies felidae lainnya, mereka memiliki tubuh fleksibel yang kuat, Reflection cepat, gigi yang tajam dan cakar yang dapat ditarik yang sangat sesuai untuk membunuh mangsa kecil serta penglihatan malam dan indera penciuman yang masih berfungsi dengan baik sebagai predator yang paling aktif saat fajar dan senja. Kucing adalah pemburu Soliter tapi mereka juga merupakan spesies sosial mereka dapat mendengar suara yang sangat kecil ataupun suara dengan frekuensi tinggi yang ditangkap telinga manusia seperti suara yang dibuat oleh tikus dan mamalia kecil lainnya komunikasi kucing mencakup vokalisasi seperti mengeong, mendengkur, mendesis, menggeram dan mendengus, selain vokalisasi kucing juga menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dan kucing juga mengeluarkan serta merasakan feromon, kucing domestik memiliki masa hidup sekitar 2 sampai 16 tahun jika kesehatan dan pola makannya terjaga bahkan ada kucing domestik yang hidup hingga 20 tahun Kucing betina dapat beranak pinak dengan siklus yang lumayan singkat setiap betina dapat melahirkan antara dua hingga lima anak kucing dengan masa kehamilan sekitar 58 hingga 67 hari.

Diantara para penghobi kucing domestik kerap dibiarkan dan ditampilkan di acara-acara hewan sebagai kucing dengan silsilah yang terdaftar sebuah hobi kucing yang penuh kemewahan, tapi bagaimana asal-muasal kucing liar menjadi kucing domestik.

Domestikasi Kucing

Untuk mengetahui awal mula domestikasi kucing kita harus ke Siprus pada tahun 2001 sekelompok arkeolog Perancis mendarat di pulau Siprus dan tidak butuh waktu lama mereka dengan cepat sadar bahwa mereka dikepung kucing. Populasi Siprus yang sekitar 1,2 juta orang pada saat itu sepertinya kalah dengan populasi kucing yang juga menetap disana diperkirakan terdapat sebanyak 1,5 juta kucing di Siprus baik kucing yang dipelihara atau kucing yang berkeliaran dengan bebas di negara itu dan jumlah ini terus bertambah di Siprus kamu bisa ketemu kucing di mana saja. Siprus adalah pulau di Mediterania dan kucing-kucing ini nggak mungkin berenang sendiri ke sana karena seperti yang kita semua tahu kucing kurang bersedia bersentuhan dengan air dan daratan terdekat adalah Turki yang sekitar 70 KM jauhnya, bagaimana semua kucing itu bisa sampai di sana jawabannya mungkin ditemukan oleh para arkeolog Prancis itu saat mereka menggali situs pemukiman kuno mereka menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan, di sebuah kuburan pria yang dimakamkan bersama beberapa persembahan seperti peralatan dari batu, kerang dan seekor kucing yang berusia delapan bulan, kuburan ini diperkirakan berusia 9500 tahun yang lalu dan menjadi bukti tertua dari persahabatan antara manusia dan kucing bahkan lebih tua dari kucing di kuburan Mesir kuno yang berusia 4000 tahun.

Tapi kapan hubungan dekat antara manusia dan kucing ini dimulai, siapakah kucing pertama dari seluruh kucing peliharaan dan bagaimana manusia membantu kucing menguasai siklus yang pada akhirnya juga menguasai dunia untuk menelusuri semua itu kita harus mengerti sebuah proses kompleks yang dikenal sebagai domestikasi atau penjinakan suatu spesies. Dianggap telah dijinakkan jika mereka dimodifikasi secara genetik dan permanen melalui pembiakan yang dipengaruhi oleh manusia dan mereka harus bergantung pada manusia untuk hal-hal tertentu seperti makanan dan tempat tinggal, arkeolog dari Amerika dokter Melinda zhider telah mengusulkan bahwa ada tiga jalur menuju domestikasi yaitu 

1. jalur mangsa

2. jalur terarah 

3. jalur komensal

• Jalur mangsa hewan liar pertama kali diburu oleh manusia Kemudian untuk mengontrol perburuan dengan lebih baik orang mulai mengelola kawanan binatang seperti kambing dan sapi hal ini mengarah pada penangkaran peternakan dan akhirnya domestikasi.

• Jalur terarah, manusia menggunakan pengetahuan yang mereka peroleh dari upaya domestikasi sebelumnya yaitu jalur mangsa kuda dan hewan pengangkat beban seperti keledai dan unta kemungkinan besar dijinakkan seperti ini proses domestikasi mereka dengan tepat dikhususkan kepada pemanfaatan kemampuan mereka yang mampu berjalan jauh dan membawa beban berat dan terakhir adalah jalur komensal.

• Jalur komensal adalah hewan liar yang tertarik ke pemukiman manusia karena faktor makanan, mereka akan mengikuti ke mana manusia pergi memakan sisa-sisa makanan manusia atau memangsa hama yang mungkin juga hidup diam-diam di pemukiman manusia, hama seperti tikus dan Ini akhirnya mengarah kepada domestikasi dengan cara inilah kucing akhirnya dijinakkan,

Meskipun kita membiarkan kucing peliharaan kita eek di dalam rumah, menjatuhkan barang-barang pajangan atau bahkan membiarkan mereka pipis di semua perabotan, kita tetap memelihara kucing meskipun kadang rasanya kitalah yang dipelihara oleh mereka atau dengan kalimat lain mereka mendomestikasi kan diri mereka sendiri. Kucing peliharaan yang ada di antara kita saat ini adalah spesiesnya sendiri yang dikenal sebagai felis catus yang setelah ditelusuri berasal dari spesies kucing liar yang disebut Felis Silvestris yang terdiri dari lima subspesies yang berbeda.

Berdasarkan studi genom yang dilakukan pada kucing rumahan modern satu subspesies yang disebut Felis silvestris Lybica merupakan nenek moyang langsung dari semua kucing peliharaan saat ini dan Felis silvestris Lybica yang juga sering disebut sebagai kucing liar Afrika, masih dapat ditemukan di Afrika Utara dan di beberapa wilayah di Asia dan jika kita perhatikan kucing leluhur ini tidak terlihat jauh berbeda dari keturunannyam.

Menjadi peliharaan manusia tubuh mereka mungkin sedikit lebih besar dan tidak memiliki variasi warna pada bulunya seperti yang kita lihat pada kucing rumahan, sebaliknya mereka kebanyakan memiliki apa yang disebut sebagai pola mackerel tabby dengan ciri khusus huruf M di jidatnya.

Pola ini juga ditemukan pada kucing yang digambarkan dalam karya seni Mesir kuno namun sayangnya catatan fosil kucing liar Afrika tidak terlalu bagus sebagian besar belum diawetkan dengan cukup baik untuk digunakan dalam analisis genetik Fosil Felis silvestris Lybica yang tertua termasuk spesimen dari Siprus yang berusia sekitar 11.000 tahun dan spesimen dari Turki yang berusia sekitar 10.000 tahun lantas, bagaimana Felis silvestris Lybica bisa berevolusi ke Felis catus.

Ada pendapat yang mengatakan selama ribuan tahun kucing liar telah tinggal di dekat pemukiman manusia untuk mencari makanan tapi pada saat itu mereka belum tentu dekat dengan manusia hingga pada akhirnya manusia menyadari bahwa kucing sebenarnya cukup pandai menangkap hama yang mengganggu stok makanan mereka dan mulai aktif membujuk mereka untuk tinggal serumah.

Secara fisik domestikasi telah membuat fisik kucing rumahan lebih kecil dari leluhurnya dan menghasilkan varietas baru yang memiliki warna dan pola bulu yang berbeda termasuk hitam, oranye dan putih sebagian besar perubahan warna dan pola bulu ini terjadi dan muncul saat gen resesif pada kucing liar menjadi lebih menonjol tapi diluar ukuran dan warna domestikasi tidak benar-benar merubah morfologi kucing.

Kucing modern juga mempertahankan lebih banyak kesamaan genetik dan perilaku dengan nenek moyang liar mereka termasuk perilaku yang berkaitan dengan makan dan berkembang biak, tapi tidak satupun dari semua ini yang benar-benar memberitahu Kita dimana kisah domestikasi kucing dimulai lagipula jika bukti kucing domestik tertua ada di pulau Siprus Siapa yang membawa mereka ke pulau Siprus.

Menurut legenda Bizantium Helena dari Konstantinopel atau Saint Helen mendatangkan kucing dari Mesir atau Palestina ke Siprus pada tahun 328 masehi untuk menekan populasi ular berbisa yang banyak terdapat di area di sekitar biara San Helen mereka merawat kucing-kucing tersebut dan mengajari untuk mengenal kode lonceng biara ini memiliki dua lonceng satu untuk penanda waktu makan dan satu lagi untuk mengirim mereka ke ladang untuk berburu ular, tapi sebagai legenda bukti yang ada tidak mendukung kepastiannya yang membuat kita beralih ke sejarah ekologi pada suatu titik di awal kalah Holosen yaitu sekitar 11 ribu tahun yang lalu, manusia dari Asia Barat Daya mulai bermigrasi ke Eropa termasuk ke Siprus dan mereka diduga membawa serta hewan-hewan yang telah didomestikasi termasuk subspesies kucing yang merupakan leluhur kucing peliharan modern dan akhirnya mereka berkembangbiak secara pesat, saking pesatnya di Siprus lonjakan tinggi populasi kucing ini telah dianggap sebagai investasi karena mangsa alami mereka sudah jauh berkurang mereka menjadi sangat bergantung pada manusia, untungnya ada banyak organisasi penampungan kucing yang dikelola oleh sukarelawan yang berusaha merawat setiap kucing liar di Siprus sehingga kucing liar di Siprus pun adalah kucing yang jinak, yang tidak menolak jika didekati manusia tapi kondisi kucing liar di Siprus berbeda jauh dengan kucing liar yang hidup di Australia.

Memburu Pemburu

Tidak semua kucing domestik bernasib baik, manusia yang tidak memandulkan dan mensterilkan kucingnya biasanya akan membuang anak kucing dan ini mengakibatkan lonjakan besar pada populasi kucing liar di seluruh dunia. Kelihatannya sepele, tapi lonjakan populasi ini berkontribusi pada kepunahan seluruh spesies burung, mamalia dan reptil yang akhirnya memicu pengendalian populasi seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Australia. CAT LOVERS Kalian gak harus membaca pembahasan ini tapi Saya menyarankan sebaiknya segera, stick around, and be strong. Kucing liar mengancam kelangsungan hidup lebih dari 100 spesies endemik Australia mereka telah menyebabkan kepunahan beberapa spesies burung yang hidup didarat dan mamalia yang berukuran kecil hingga sedang mereka adalah penyebab utama penurunan populasi pada banyak hewan langka di daratan seperti Bilby, Bandicoot, Bettong dan Numbat, banyak hewan endemik yang berjuang untuk bertahan hidup Sehingga solusi satu-satunya adalah membunuh semua kucing liar yang mengancam keseimbangan ekosistem. 

Selain itu kucing liar dapat membawa penyakit menular yang dapat ditularkan ke hewan endemik ternak domestik bahkan manusia. Kucing liar adalah spesies yang sama dengan kucing domestik namun mereka telah beradaptasi dengan baik untuk hidup dan berkembang biak di alam liar dengan berburu atau mengais, mereka ditemukan di seluruh Benua Australia di semua habitat termasuk hutan padang rumput, lahan basah dan daerah kering peta ini menggambarkan perkiraan populasi kucing liar di Australia.

Pemerintah Australia sendiri telah mengemukakan bahwa populasi kucing liar di Australia sudah mengkhawatirkan dan mereka harus dimusnahkan dengan cepat sebelum kepunahan hewan endemik melebar.

Bagi masyarakat sekitar pengendalian kucing liar ini sangat menantang karena mereka pemalu dan cenderung hidup di wilayah dengan kepadatan yang sangat rendah di dalam area jelajah yang luas sehingga sulit untuk ditemukan mereka juga sangat berhati-hati. Menembak kucing adalah metode yang paling populer karena membutuhkan banyak tenaga dan keterampilan tapi yang dianjurkan oleh aktivis hewan adalah perangkap kandang, sementara penjepit kaki hanya diizinkan di beberapa daerah, pemagaran area adalah tindakan yang paling manusiawi karena tidak sampai melukai atau membunuh kucing tapi metode ini sangat mahal dan membutuhkan tindakan keamanan yang berkelanjutan pembangunannya pun harus dipertimbangkan dengan cepat.

Bentuk pengendalian populasi kucing liar yang paling efektif di area yang luas adalah umpan racun namun ini seperti pisau bermata dua karena umpan racun dapat membunuh hewan selain kucing.

Kucing liar umumnya menyendiri dan aktif di malam hari menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat yang aman seperti di bekas lubang kelinci batang kayu atau tumpukan batu, mereka adalah karnivora. Umumnya memakan mamalia kecil, burung, reptil amfibi, ikan dan serangga tergantung ketersediaannya. Spesies invasif ini juga menghambat upaya untuk pelepasan kembali spesies yang terancam punah ke daerah Dimana mereka hidup sebelumnya karena kucing dapat dengan cepat membunuh hewan yang baru dilepaskan tersebut. Banyak pemerhati lingkungan Australia berpendapat bahwa kucing liar telah menjadi bencana ekologis di Australia menghuni sebagian besar ekosistem dan menjadi penyebab kepunahan beberapa spesies mamalia berkantung dan berplasenta. Sejak 2016 sebuah program di Pulau kanguru diadakan untuk memberantas sepenuhnya populasi kucing liar di Pulau itu yang diperkirakan akan berkembang menjadi 3000 hingga 5000 ekor pada tahun 2030. Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa beberapa kucing liar di Australia telah tumbuh begitu besar sehingga menyebabkan beberapa penduduk setempat mengklaim bahwa mereka telah melihat penampakan spesies lain seperti cougar meskipun ini jarang terjadi. Spesies kucing liar berukuran besar memang kadang-kadang ditemukan pada tahun 2005 seekor kucing berukuran besar ditembak di daerah gippsland di Victoria, ukuran kucing ini membuat kaget para peneliti dan mereka menduga kalau kucing besar itu adalah spesies Jaguar atau cougar namun tes DNA selanjutnya menunjukkan bahwa kucing itu memang benar-benar kucing liar.
Cougar

Pada tahun 2007 Kaye kessing seorang penulis buku resep masakan di Alice Springs menulis resep bagaimana membuat casserole dari daging kucing untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kucing liar di Australia. Kaye dengan cepat mendapat respon negatif dari internet bahkan hingga ancaman pembunuhan, namun masyarakat Australia yang tahu permasalahan sebenarnya membela kay dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa masyarakat Aborigin juga memakan daging kucing sebagai upaya untuk mengurangi populasi kucing liar setempat. Kucing menghemat energi dengan tidur lebih banyak terutama saat mereka bertambah tua durasi tidur harian bervariasi biasanya antara 12 hingga 16 jam saat kucing tidur kucing dapat mengalami REM (Rapid Eye Movement) dalam waktu singkat yang seringkali disertai dengan kedutan ini menandakan mereka sedang bermimpi dan jika mereka sedang dalam keadaan deep sleep respon kucing menjadi sangat rendah sehingga tidak terpengaruh dengan keadaan disekitar mereka komunikasi kucing termasuk komunikasi yang kompleks baik komunikasi sesama kucing ataupun terhadap manusia, kucing menggunakan berbagai tipe komunikasi termasuk vokal visual sentuhan dan penciuman.

Namun kita tidak akan membahas lebih dalam tentang komunikasi mereka, karena pengetahuan ini sepertinya sudah sangat umum.

Sebenarnya masih ada lagi pembahasan tentang si kucing ini, voting di kolom komentar ya! 

Keyword : apa itu kucing, apa itu kucing mixdom,
apa itu kucing domestik, apa itu kucing ras,
apa itu kucing persia medium, apa itu kucing garong, apa itu kucing Persia

Posting Komentar untuk "Awal Mula Kucing di Domestikasi, Kucing Liar"